بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Benarkah Ruh Keluarga Yang Meninggal Bisa Melihat Kita Di Dunia?
Benarkah Ruh Keluarga Yang Meninggal Bisa Melihat Kita Di Dunia? - Ustadz Abu Humairoh, Guru Ponpes Al-Azhar Ciamis Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Benarkah Ruh Keluarga Yang Meninggal Bisa Melihat Kita Di Dunia? yang membahas tentang benarkah ruh keluarga yang meninggal bisa melihat kita di dunia?. Ustadz Abu Humairoh, Guru Ponpes Al-Azhar Ciamis memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
pertama apakah orang-orang yang meninggal itu merindukan kita jadi kalau
kita datang ziarah kubur Apakah mereka rindu dengan kita yang kedua apakah mereka bisa
mendengar apa yang kita ucapkan di atas kuburan itu
yang ketiga Apakah kalau seandainya keluarga kita meninggal duluan kemudian
kita menyusul kemudian roh kita dengan ruh mereka akan saling
menziarahi kemudian juga yang keempat Apakah kalau seandainya kita ini sedang tidur roh kita keluar dari jasad kita
bisa berjumpa dengan roh-ruh yang ada di kuburan karena ada kan orang bercerita saya ketemu ibu saya di mana dalam
mimpi apakah mungkin roh seseorang yang sedang tidur berjumpa dengan ruh yang sudah
meninggal kemudian
berjumpa Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh waikumsalam warahmullahi
wabarakatuh hamdulillahi wasalatu wasalamu ala
rasulillah wa ala alihi wasohbihi w w Haula wa quwata illa
Billahi wabduh
Alhamdulillah segala puja dan puji hanya milik Allah subhanahu wa
taala selawat dan juga salam kita hadiahkan kepada rasul kita
nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi
wasallam pembahasan di siang
ini sebagaimana yang di minta kita akan membahas tentang
seputar lika-liku kehidupan alam
barzakh sesuatu yang harus dipahami dan diyakini
adalah Kullu nafsin dqatul
maut setiap jiwa itu pasti mengalami dan disentuh dengan
kematian siapun dia tidak orang baiknya tidak orang
jahatnya tidak para nabi tidak pula
orang-orang sombong semua tersentuh dengan
kematian Hatta Namrud sekalipun yang mengatakan di hadapan
Ibrahim Ana uhyi Wa umit kata Namrud saya bisa menghidupkan dan bisa
mematikan pertanyaannya di mana Namrud sekarang yang katanya dia bisa
menghidupkan dan mematikan mati juga dia
artinya tidak ada yang selamat dari kematian sehingga Allah subhanahu wa
taala sampai mengatakan ainama takunu yudkumul mautu W kuntum Fi Buruj
musayyada di manaun kalian berada kematian itu pasti mengejar kalian
walaupun kalian di balik benteng Yang Sangat kokoh sekalipun
artinya Tidak ada manusia yang selamat dari kematian
dan kematian itu satu yang banyak itu
sebabnya karena orang mati itu kan sebabnya macam-macam ada yang ketabrak mati ada
yang terkena runtuhan mati ada yang tenggelam mati ada yang dibunuh mati ada
yang tidak ngapa-ngapain duduk di kursinya aja dia bisa mati jadi yang bermacam-macam itu
sebabnya matinya satu lah kematian itu sebenarnya hanya
perpindahan alam saja dari alam dunia menuju alam barzah di situlah ada
Benteng yang disebut dengan barzah benteng inilah yang menjadikan
kehidupan setelah kematian itu menjadi gaib bagi kita makanya tidak bisa kita menembus
alam barzakh umpamanya sengaja kita Letakkan CCTV taruh di
kuburan kemudian kita sambungkan di handphone kita atau mungkin di laptop
kita kemudian kita baca hadis katanya ada malaikat Munkar dan Nakir sampai
butak Mata melihat CCTV itu enggak akan nampak Munkar Nakir
itu karena tidak bisa disamakan perkara gaib dengan perkara nyata Pak perkara
gaib itu cukup diimani bukan
diteliti karena tidak bisa meneliti perkara gaib macam mana caranya pandangan kita saja terbatas
sampai di mana Kita memandang apalagi perkara gaib maka Kenapa di antara ciri orang
yang beriman di permulaan Surah Albaqarah itu alladzina yukminuna Bil
Ghaib orang yang beriman betul dengan adanya yang gaib
tapi yang ingin kita bahas di siang
ini adalah apakah orang-orang yang sudah meninggal itu ada berapa poin
pertama apakah orang-orang yang meninggal itu merindukan kita jadi kalau
kita datang ziarah kubur Apakah mereka rindu dengan kita yang kedua apakah mereka bisa
mendengar apa yang kita ucapkan di atas kuburan itu yang ketiga Apakah kalau seandainya
keluarga kita meninggal duluan kemudian kita menyusul kemudian roh kita dengan
roh mereka akan saling menziarahi kemudian juga yang keempat
Apakah kalau seandainya kita ini sedang tidur roh kita keluar dari jasad kita bisa berjumpa dengan roh-ruh yang ada di
kuburan karena ada kan orang bercerita saya ketemu ibu saya di mana dalam
mimpi apakah mungkin roh seseorang yang sedang tidur berjumpa dengan ruh yang
sudah meninggal kemudian berjumpa dan tentu yang tak kalah
pentingnya adalah amalan-amalan yang bermanfaat bagi si
mayat dan apakah juga orang-orang yang sudah meninggal bisa tersakiti dengan
kita yang masih hidup dan macam persoalan yang kita akan singkap nanti
ke depan ini
Maasyirol muslimin wal muslimat rahimani warahimakumullah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menziarahi atau ketika
mengantarkan jenazah bersama para sahabat dan jenazah itu Sudah
dikubur apa kata nabiallallahu Alaihi wasam
atauagfirum kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Mintalah kepada Allah
ampunan supaya orang yang sudah dikebumikan ini diampuni
dosa-dosanya dan P Allah ketetapan supaya dia bisa menjawab pertanyaan
mungkar dan Nakir alias fitnah kubur Karena sekarang dia lagi ditanya
kata Nabi
kemudian kalau kita melaksanakan salat jenazah kita tahu bahwa rangkaian salat
jenazah itu ada empat kali takbir takbir pertama baca Fatihah kan
gitu ya kemudian takbir kedua baca selawat
ibrahimiah kemudian Takbir yang ketiga membaca doa yang diajarkan
Nabi kemudian takbir yang keempat bisa diam langsung salam ataupun bisa kita
berdoa dengan doa yang Wari dari Alquran seperti rbana Aa Fid Dun Hasan atau
doa-doa yang lainnya tetapi yang ingin saya bahasalah padabir yang
tig Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita doa-doa yang
disunahkan untuk dibaca salah satunya adalah allahumfirlahu warhamhu wafihi wuu
warimuu dan seterusnya Ya Allah ampuni orang ini
yang sudah mati ya Allah rahmati orang ini ya Allah maafkan orang ini ya Allah
muliakan keduduk Ya Allah luaskan kuburannya dan begitu
seterusnya dari dua riwayat ini bisa kita simpulkan
bahwa kewajiban kita apabila sedang mengantarkan jenazah dan jenazah itu
Sudah dikubur maka ada tiga doa yang dianjurkan seorang muslim dibaca sebelum
pulang dari kuburan kalau memang kita tidak sempat
ikut memegang cangkul memasukkan tanah ke liang lahadnya maka cukup sebelum
pergi ambil tiga kepal tanah kemudian letakkan di kuburannya minta tiga
perkara pertama mintakan ampun kepada Allah dan ini berlaku kepada setiap yang
ziarah kubur tidak mesti yang mengantarkan jenazah sajaanya kita ziarah kubur kapan saja bagi laki-laki
kan ziarah kubur kubur itu Kapan saja tapi bagi perempuan tidak
disunahkan kecuali sekali-kali karena rasul wasam melaknat
wanita-wanita yang sering ziarah kubur tapi kalau sekali-kali
boleh Im yang mengantarkan jenazah atau yang berziarah kubur jangan lepaskan
Ini pertama minta ampun kepada Allah orang yang dikubur itu diampuni
dosa-dosanya berdasarkan hadis istagfiruakikum mintakan doa ampunan untuk
saudaramu yang kedua minta kepada Allah subhanahu wa taala agar orang yang dikubur itu
ditetapkan jawabannya karena hadis yang panjang
sekali dari hadis bar bin azib radhiallahu anu Ketika Nabi Sallahu Alaihi Wasallam
menunggu liang lahad selesai digali Rasul bercerita di hadapan para sahabat tentang kematian seorang mukmin
Bagaimana rohnya ketika dicabut dari jasadnya lah
salah satu lafaz dari hadis itu ketika roh itu sudah diangkat ke langit dengan catatan amalannya allah katakan
kembalikan ruh ke dalam jasadnya tapi Angkatlah catatannya ke tempat yang paling tinggi diin di
surga Mak ruh itu dihantar dengan lembut dimasukkan lagi ke dalam jasad
ingat bahwa jasad dalam kubur itu mengikut ruh tapi kalau di dunia terbalik ruh
yang ikut jasad karena jasad dulu diciptakan di dunia
itu baru ditiupkan roh itu setelah jasad berusia 4 bulan kan baru di tiap Kendu
berarti kalau kita hidup di dunia yang asal itu itu jasad dulu baru ruh yang
ikut karena jasadnya diciptakan tapi kalau sudah meninggal
terbalik jasad ini bisa jadi tanah bisa hancur Jadi tanah dimakan cacing tanah
tapi ruh tidak akan hancur berarti bukan roh yang ikut jasad tapi jasad yang ikut
ruh makanya kemudian jasad itu akan ikut
dan di situlah mungkar Nakir bertanya manuk
siapa wabuk siapa nabimu wadinuk Apa agamamu artinya tiga soalan ini akan
ditanyakan jawabannya bukan apa yang kita hafal di dunia Kalau anda sekarang saya tanya
Siapa Tuhanmu pasti dengan lantang Allah Ustaz siapa nabimu dengan lantang Muhammad Ustaz Apa agamamu ya islamlah
masa Katolik kan gitu pasti lantang kita tapi apakah kemudian setelah kita
dikubur kita sanggup menjawab belum tentu karena jawaban-jawaban itu
ditentukan dengan amalan dia Apakah dia sudah mengamalkan perintah larangan
Allah mencintai nabi betul-betul mempelajari Islam kan gu makanya di sini dihajatkan bantuan
dari kita yang masih hidup berdoa kepada Allah agar dia bisa tetapkan
jawabannya karena penetapan jawaban itulah yang Allah katakan yutsabbitullahuladzina amanu Bil
kaulabit Allah akan tetapkan jawaban orang-orang yang beriman dengan jawaban yang mantap itulah yang menjadikan
selamat orang itu dari azab kubur karena Utsman Ibin Affan kalau diingatkan
dengan kuburan menangis tapi kalau diingatkan dengan neraka santai saja dia padahal neraka lebih dahsyat
dibandingkan azab kubur ketika ditanya apa yang membuat anda menangis
Man maka Man mengatakan waakum celaka kalian kuburan ini bisa saja
dia Jah ingat kuburan ini bisa jadi Taman
menuju taman-taman surga atau boleh jadi menjadi lubang menuju ke lubang
neraka Ar menentukamat di akhirat keselamatan di kuburan kalau selamat di
kuburan Insyaallah ke sananya mudah kalau tidak selamat di kuburan maka
dipastikan ke sananya lebih sulit lagi Makanya sebab itulah kita
dianjurkan minta kepada Allah agar orang yang di kubur itu dimantapkan
jawabannya ini yang kedua kemudian yang ketiga berdasarkan
doa dalam salat jenazah tadi minta kepada Allah agar Allah
merahmati minta kepada Allah satu agar dosanya diampuni minta kepada Allah yang
kedua agar dia dimantapkan jawabannya minta kepada Allah yang ketiga agar
Allah memberikan kasih sayangnya sehingga dengan kasih sayang
Allah Itulah Allah akan mengampuni dosanya dan Allah akan memantapkan jawabannya
tiga soalan ini kapan Antum ziarah kubur minta tiga soalan tiga dua ini ya datang
ke kuburan kemudian Ucapkan salam kemudian mendekat kuburan dan
jangan bakhil Jangan datang kuburan itu ke kuburan itu mendoakan orang yang dikubur itu saja umamanya Kita
menziarahi orang tua kita yang sudah meninggal jangan difokuskan kepada orang
tua kita saja tapi doakan juga orang Islam yang dikubur di
sekitarnya makanya ada doa yang diajarkan
Alquran Ya Allah ampuni akan dosa-dosa saudara-saudara kami yang sudah
mendahului kami dengan keimanan Apa
manfaatnya kenapa kita tidak fokus saja mendakan orang tua kitaang tujuan kita a
kita kenapa pula yang lainnya kita doakan sebab kalau kita mendoakan orang
muslim yang dikubur umpamanya orang muslim ini mungkin ada 1000 kuburan di
kuburan kaum muslimin di situ berarti kita akan mendapatkan pahala 1000 orang yang kita
doakan itu kalau di kuburan itu ada 1000 kuburan tuh kalau 2000 kuburan Berapa
banyak kita akan dapat kalau seandainya kemudian kita mendoakan bukan hanya kepada yang sudah
meninggal yang hidup pun kita doakan allahumfir liayyina WA mayitina atau
allahumfir Lil muslimina wal muslimat wal mukminina wal mukminat alahya minhum
wal amwat umpamanya Ya Allah ampunilah dosa-dosa orang mukmin
laki-laki orang mukmin perempuan yang hidup dan yang mati yang hidup berapa
Siapa yang bisa ngitung yang hidup satu kota Batam aja kita gak tahu berapa jumlahnya satu Kepri lagi satu satu
dunia lagi berarti kita dapat pahala itu sebanyak jumlah orang Islam yang kita
doakan yang hidup loh yang enggak yang mati Berapa jumlahnya yang mati itu
manfaatnya kita mendoakan orang-orang yang beriman di sekitarnya itu supaya
kita dapat pahala juga itu Masalahnya masuk bakhil orang tuanya kiri kanan ngapain Saya doakan katanya enggak
begitu karena orang muslim itu Kal jasadil Wahid seperti jasad yang satu
baik ketika hidup ataupun ketika mati saling mendoakan lah di antara adab doa itu
adalah mengarah kiblat bukan ngadap kuburan bukan ngadap maisan bukan mana
arah kiblat Panya kuburan Sebelah sini arah kiblatnya ke sana Jangan ngadap kuburan ngarahkan ke
kiblat ya karena adab doa itu harus mengarah ke kiblat Walaupun ada khilaf di antara ulama apa kah kiblat tua itu
ke langit maknanya kita negakkan ke atas begini ataukah ke arah kiblat yang
dimaksud Ka'bah ini mejadi khilaf ulama tapi menghadap kuburan gak boleh karena kuburan bukan kiblat ya
kiblat itu ke Makkah atau ke langit gituya baru di situ kita meminta kepada Allah Azza walla Ya Allah Kalau mang dia
orang tua kita kita katakan Ya Allah ampuni kedua orang tua saya ya Allah tetapkan jawaban kedua orang tua saya Ya
Allah berikan Rahmat kepada orang tua saya dah selesai habis itu kita doakan
saudara-saudara kita Ya Allah ampuni saya orang tua saya dan orang-orang Islam di mana pun baik yang hidup
ataupun yang mati di sini atau di mana saja di dunia ini itu Berapa banyak kita
ini pulang dari kuburan dapat pahala tu Ini adab yang pertama Ya bahwa kita
disuruh untuk mendoakan Mereka yang kedua Apakah orang-orang itu merindukan
kita pemain Kita ziarah kubur kepada kedua orang tua kita apakah kedua orang tua kita itu
rindu dengan kita senang kalau melihat kita di situ ini terjadi silang pendapat
di antara ulama kontemporer atau ulama mutaqadimun kalau saya
mendengar fatwa daripada Syekh Saleh Fauzan saya lihat di Youtube ketika ditanya
Apakah orang yang datang ziarah kubur ketika datang kita ke kuburan itu
orang-orang yang dikubur itu senang dengan kedatangan anaknya ketika menziarahi orang tuanya maka kata beliau
Iya senang mereka dengan kedatangan kita tetapi senang di sini bukan menatap
wajah kita Oh nampak sehat anaknya Alhamdulillah bukan itu
maksudnya yang dimaksud senang itu karena mereka menanti doa-doa kita jadi
mereka itu menanti doa-doa kita bukan karena ziarah
kuburnya karena ziarah kubur itu manfaatnya bukan kepada orang yang mati
tapi ziarah kubur itu manfaatnya kepada orang yang hidup P kita ini kalau antum ziarah
kubur ibu bapak ziarah kubur itu manfaatnya untuk kita apa manfaatnya
untuk kita Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabdaburum Akir dulu kata Rasul aku larang kalian ziarah kubur sekarang Boleh silakan
ziarah kubur setelah mantap Iman para sahabat karena di zaman itu kan kuburan jadi ajang
maksiat baik kesyirikan ataupun bidah makanya Rasul melarang takut para
sahabat terseret kepada maksiat setelah kokoh keimanan para sahabat rasul mengatakan fazuruha sekarang kalian
ziarah kubur silakan manfaatnya apa faainnaha tuakirukumul Akir supaya
kalian mengingat akhirat mengingat kematian dan dilembutkan hati kita di
situ ingat bahwa dengan mengingat akhirat mengingat kematian maka
perkara-perkara besar di mata kita menjadi kecil dan perkara-perkara kecil
menjadi besar Apa maknanya Kenapa mengingat kematian atau
mengingat akhirat itu menjadikan perkara besar jadi kecil sebab kalau seandainya Anda ini orang paling kaya saya-kayanya
di Batam ini punya istana Punya tanah punya kendaraan macam-macamlah enggak
ada orang yang lebih kaya dibandingkan Anda ini ketika Kemudian datang ke kuburan
melihat kuburan kemudian berpikir saya juga akan mati seperti dia Apa gunanya
kekayaan kalau begitu kekayaan Apa gunanya hidup di istana kalau ingat mati Apa gunanya
istana mau ditinggal juga akhirnya kemudian dia pun tidak
menganggap itu perkara besar karena akan ditinggal dengan kematian kan Itulah
kenapa mengingat kematian itu mengecilkan yang
besar ataupun membesarkan yang kecil umpamanya dia orang susah tidak
tidak sekaya orang-orang kaya dengan mengingat kematian itu perkara kecil jadi besar ah enggak
apa-apa hidup di dunia kan enggak lama nanti ada kehidupan yang lebih baik yang lebih hebat yang lebih megah itulah
surga akhirnya dia tidak memikirkan kemiskinannya dari situ muncullah reda
dengan pemberian Allah ujung-ujungnya ke situ dan puncaknya adalah memahami hadis
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
orang kalau sudah mengingat kematian Walaupun dia susah hidupnya yang penting
ketika bangun di pagi hari aman keluarganyaak ada yang
menyakitihat badanak penyak yang yang dimakan untuk hari itu
seolah-olah sudah menggenggam dunia dengan segala isinya Karena manusia itu
di dunia Cari apa kalau enggak tiga perkara ini kan pertama aman orang itu
pengin aman suami pengin aman dari istri istri pengin aman dari suami orang tua
pengin aman dari anak anak pengin aman dari orang tua orang pengin aman dari tetangga tetangga pun pengin aman dari
kita enggak ada ketakutan enggak ada yang ngancam enggak ada yang membuat
takut engak ada disakiti dihasadi orang kan pengin aman hidup itu sebab kalau aman itu tenang hati itu yang dicari
orang Sampai sampai orang itu sampai pindah Perumahan itu gara-gara diganggu tetangganya karena enggak aman kan
terpaksalah pindah rumah dia ya yang kedua sehat badannya apalagi kalau sudah
faktor UU tu yang sudah 40 50 itu kalau bangun enggak ada yang
sakit sudah senang sekali itu Tapi kalau bangun pinggang sakit
kaki asam Murat itu stres ya kolesterol naik stres orang itu ya kemudian juga
ada yang dimakan enggak enggak pusing yang dimakan sudah ada yang diminum Ada apa
yang dicari orang itu kan cuma tiga perkara sebab satu lolos dari tiga perkara ini enggak aman hidup tu contoh
mamanya badan sehat ya kan tapi gak aman
istri disakiti suami suami disakiti istri enggak kerasand
walaupun sehat badannya Ataupun mungkin Okelah dia harmonis rumah tangganya anakanaknya
baik-baik tetangganya oke-oke stroke pulalah dia stres juga ya okelah sehat
badannya aman semuanya tak ada yang dimakan pula dia stres juga hidup itu
lah kalau tiga-tiganya sudah ada tenang hidup di dunia itulah yang dikatakan
menggenggam dunia it karena tiga perkara ini yang dicari manusia makanya kemudian kalau orang
ingat mati itu perkara besar menjadi kecil perkara kecil menjadi besar karena
berujung dari mengingat kematian berakhir dengan reda dengan
pemberian awalnya ingat mati ujungnya apa reda dengan pemberian ah kita akan mati ngapain juga sibu-sibu tenang
jadinya hati itulah tujuan ziarah kubur itu makanya ini bapak-bapak ini kalau
sudah kasih mak-maknya ajak shopping Shing Shing ah belokkan aja k Miang tuh
ya ajak Yo kita ke top cepe Batu Aji tapi ngarahnya ke kuburan Tamiang Ah ini
Bu top cepenya ada di sini gitu ya mau mati atau mau hidup kan itu supaya
lembutlah hati itu jangan Asih dunia dunia dunia terus jadi ziarah kubur itu
manfaatnya untuk siapa untuk kita yang berziarah bukan untuk orang mati
orang mati itu bermanfaat kalau kita berdoa Doanya itu yang
manfaat itulah yang membuat penghuni kubur senang dengan kedatangan kita
maksudnya ini satu pendapat ya tetapi Syekh bin bas rahimahullah taala yang
saya baca dalam fatawanya dia tawakuf dalam masalah ini apakah kemudian kalau kita ziarah kubur
penduduk kubur itu senang atau tidak senang kita tidak bisa an iah ataupun
tidak kan ini perkara gaib masalahnya perkara gaib itu tidak bisa ditetapkan kecuali dengan
dalil Kalau tidak ada dalil tawakuf tapi yang jelas bahwa Okelah
kita tidak mengatakan dia senang ataupun tidak senang tapi yang namanya doa bagi
para penziarah kubur untuk para penghuni kubur itu Itulah yang disepakati para
ulama sampai nya pahala kepada orang yang meninggal kan amalan-amalan nanti saya
jelaskan amalan-amalan itu kan banyak tuh yang bermanfaat kepada untuk orang yang sudah meninggal itu tetapi dari
seluruh amalan itu yang yang ada delan tuh ataupun 10 amalan itu yang
disepakati cuma dua maksudnya tidak ada khilaf ulama kalau kita lakukan pasti sampai kepada orang yang meninggal Apa
itu pertama doa dan yang kedua sedekah cuman dua ini ini sepakat tidak ada
khilaf ulama Adapun menghajikan orang yang sudah meninggal korban untuk orang
meninggal baca Quran untuk orang meninggal ini masih khilaf ada perselisihan ulama ada dimatakan sampai
dimatakan tidak sampai wallahuam tapi yang disepakati jelas-jelas dalilnya berdasarkan Nas gitu ya doa pasti sampai
yang kedua sedekah pasti sampai Kenapa karena ada hadisnya
mata Ibnu Adam inq amaluhu illa minin shodqatin jariah lihat shodqah
yang mengalir kemudian a ilmin yuntafhi ilmu
yang bermanfaat waladin shihin anak yang Saleh yang
mendoakan maka sedekah dan dua itu sepakat sampai jadi kalau kita ingin ngirim pahala kepada orang yang
meninggal yang jelas-jelas ini berdoa tidak mesti di kuburan doa
itu di mana saja akan sampai dan jangan diyakini Doa di kuburan lebih sampai dibandingkan doa di masjid gak ada
keyakinan seperti ini justru di masjid ya lebih Afdal kalau berdoa kan udah rumah Allah tempatnya bersih gitu ya
tapi ziarah kubur itu berdoa di situ ada nilai plusnya mengingat
kematian melembutkan hati mengingat akhirat makanya diantara antara salam
kepada penduduk kuburan itu salah satu lafaznya wa inikumulun Kami juga akan menyusul
kalian Kami juga akan sampai seperti kalian jadi terjadi silang pendapat di
sini ya Apakah penduk kuburan itu senang ataukah tidak senang ada yang mengatakan senang seperti fatwanya Syekh salh
Fauzan ada yang mengatakan tawakuf seperti Syekh bin bas gitu ya ya kalau
ulama dulu yang mengatakan seperti Syekh alimam IBN qayyim dalam kitabnya ruh I senang dan juga gurunya Ibnu Taimiyah
Rahimah mengatakan senang mereka senang dengan kedatangan kita kemudian kita karena mereka menanti doa kita bukan
senang ingin lihat wajah kita percuma juga kalau kita datang enggak mendoakan ngapain juga kan begitu yang mereka
minta itu adalah doa-doa kita kepada mereka doa Seperti apa ya tiga tadi
doanya yang didoakan itu mintakan ampunan mintakan ketetapan mintakan
Rahmat itu tiga doa Habis sudah selesai itu itu yang kita minta kepada Allah Azza waalla doa panjang panjang panjang
intinya cuman tiga minta ampun minta Rahmat minta ketetapan ya tib maasyiral
muslimin wal muslimat rahimani warahimakumullah kemudian juga Apakah
kalau seandainya seseorang yang berziarah
kubur tadi apa apah kemudian orang itu merindukan ahah sekarang pembahasan
selanjutnya Apakah kalau kita ini datang ke kuburan kemudian kita berbicara
sesuatu dengan orang yang dikubur itu mereka Mendengar pembicaraan kita ataukah tidak ini juga menjadi polemik
para ulama Apakah si mayat itu mendengar orang yang hidup ataukah tidak
mendengar orang yang hidup tiib
pertama bahwa Sebagian ulama mengatakan mereka
mendengar seperti Imam Ibnul qayim rahimahullahu taala mengatakan mendengar dalam
kitab alasannya satu karena ada hadis Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam terdapat dalam sahih Bukhari Muslim nabi Sallahu alaii wasallam
mengatakan tentang orang yang sudah meninggal apa kata rasulullah inahu sofq niihim
an jadi orang-orang yang di kuubur itu mendengar suara langkah terompah kita
itu suara sandal kita itu mereka dengar sampai kemudian sayub-sayub kita
keluar dari kuburan baru hilang baru mereka tidak mendengar lagi jadi ada Nas B mereka mendengar suara terompah
Berartikan mendengar mereka ini satu riwayat riwayat yang
kedua ketika terjadi di Perang Badar banyak tokoh-tokoh musyrik itu
dibantai oleh kaum muslimin seperti Abu Jahal atau Amr IBN
Hisyam kemudian Umayyah IBN khalaf kemudian syaibah Kemudian alwalid banyak
tokoh-tokoh Quraisy itu yang meninggal di Perang Badar lah ketika kemudian
bangkai-bangkai tokoh-tokoh musyrik Ini akhirnya diletakkan di sebuah lubang sebuah sumur dilempar ke dalam lubang
ya tiba-tiba kemudian Nabi Sallallahu alaii wasallam mendekati lubang Badar itu yang di situ bangkai-bangkainya
orang-orang tokoh-tokoh musyrik sekelas Abu Jahal Umayyah dan CS dan yang lainnya itu tiba-tiba Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam ngomong pula di sumur itu apa kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dia mengatakan disebutkan satu-satu tuh ya aba jahli Ibni
Hisyam ya Umayyah IBN khalaf kemudian kata Nabi Sallallahu alaihi
wasallam telahkah sampai kepada kalian janji Allah kepada kalian sungguh janji
Allah yang Allah janjikan kepadaku sudah sampai kepadaku katanya Umar Bin Khattab heran ngapain
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ngomong di depan lubangnya bangkai-bangkai orang-orang musyrik jahiliah itu orang-orang musyrik tokoh-tokoh musyrik
itu kok nabi kok ngomong di situ jadi Umar Bin Khattab Radiallahu mengatakan ya rasul in mereka bangkai-bangkai
Kenapa kau ajak ngomong katanya apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di hadapan Umar Bin Khattab walladzi Nafsi
biyadi Ma Anta biasma lima akulu minhum
wakinnahum La yaqdiruna An yujibu He Umar engkau tidak lebih mendengar
daripada aku tentang mereka aku ngomong itu mereka dengar tapi mereka tak bisa jawab Katanya artinya kan mereka dengar
di sini karena Rasul ngajak ngobrol di situ ya makanya Umar mengatakan kok bangkai
kau diajak bicara katanya maka rasul tidak kau tidak lebih dengar daripada aku kata ras demiat yang jiwaku berada
di tangannya engkau tidak lebih mendengar daripada aku kata Rasul tapi merekaak sang jawab
saja Kemudian juga dalil yang ketiga Kita disuruh mengucapkan
salam kata nabi
ucapkan kalau kalian masuk kuburan keselamatan bagi kalian wahai penduduk kubur dari kalangan orang-orang yang
beriman dan Insyaallah kami pun akan menyusul kalian mengucapkan salam berartius
dijawab berarti kalau kita mengucapkan salam berarti mereka mendengar salam
kita dan ada beberapa dalil yang
men mereka tidak dengar mereka berdalil dengan Surah Fatir ayat 22 Allah
subhanahu wa taala mengatakan W ant busmiin kubur he Muhammad engkau tidak
bisa memperdengarkan orang-orang yang di kuburan itu ini Quran mengatakan engkau tidak bisa memperdengarkan orang-orang
yang di kuburan surah Fatir 22 tu dan Allah juga mengatakan innaka la tusmiul
maut engkau tidak bisa memperdengarkan orang yang sudah mati ini dua Nas Quran
ini menunjukkan bahwa orang yang dikubur tidak mendengar apa yang ada di atas kubur karena mereka
sedang sibuk orang yang di kubur l sedang sibuk Kalau mereka orang kafir sibuk diazab
mana bisa dia ngerekan kita yang ada di kubur Dia send sedang diazab ya kalau dia mendapatkan nikmat kubur Dia sedang
bersenang-senang dengan nikmatnya lebih nikmati kuburan daripada senikmat-nikmatnya orang nikmati dunia Ngapain pula dirkan orang di atas
kuburan artinya di sini ada kelompok yang mengatakan mendengar ada kelompok
yang mengatakan tidak mendengar wallahuam kita tidak bisa mengatakan mendengar kita tidak bisa mengatakan
tidak mendengar tetapi yang jelas bahwa kita tetapkan yang berdasarkan NAS
saja mereka mendengar tetapi yang berdasarkan dalil maksudnya begini yang
berdasarkan dalil itu contoh seperti tadi mereka mendengar suara sandal ini
konteksnya apa konteks hadis bahwa orang-orang yang di kubur itu mendengar suara sandal ini
bicara soal ketika kita mengantarkan jenazah apabila kita mendengar kata
jenazah kemudian jenazah itu dikubur kemudian kita pulang mereka masih mendengar suara sandal
kita Apakah setelah kemudian mereka kita pulang kemudian ziarah kubur dengar lagi
suara sandal ya nak Gak juga kan begitu artinya konteksnya hanya ketika menguburkan saja mereka dengar Apakah
mereka mendengar seterusnya ah itu wahuam ya ataupun ketika kita
mengantarkan jenazah dari rumah menuju kuburan Kalau dia orang yang beriman
maka dia mengatakan kepada orang pengantar-pengantar itu mengatakan apa
segerakan aku segerakan Aku qodimuni qodimuni kan karena dia mendengar
suara-suara orang yang mengantarkan dia ke kuburan kan Tapi kalau dia orang jahat dia mengatakan waakumun he celaka
mau pergi ke mana aku ini katanya mau dibawa ke mana aku ini katanya diaendengar ya
Ah itulah yang dinaskan jadi Maksudnya di sini Apakah
mereka mendengar seterusnya ataukah mendengar apa namanya sesuai dengan Nas
menurut Syekh eh Utsman khamis yang Saya dengar di YouTube bahwa kalau melihat
dalil yang mereka Mendengar secara NAS saja tidak seterusnya
mendengar ya walaupun kita tidak menafikan ada yang berpendapat mendengar
terus kalau kita datang dan kita bicara mereka tahu ada yang mengatakan sama sekali tidak mendengar intinya ini
menjadi Rana khilaf ulama ya tapi yang selamat adalah kita
tidak mengatakan mendengar ya kita juga tidak mengatakan tidak mendengar kita ikut dalil
sajaah ini perkara yang kedua yang ketigakah
yang tidur Kemudian bangun cerita dia saya
tadi mimpi ketemu ibu saya kan ada yang gitu tuh Ya ketemu ayah saya Oh ngajak
ke pasar beli sotoanya kan tapi dalam mimpi Mungkin enggak ruh itu ruh kita
yang sedang tidur berjumpa dengan ruh yang sudah meninggal itu mungkin enggak
gitu pertanyaannya di sini maka dijelaskan oleh para
ulama ini saya mengambil menukilkan perkataan SY bin memang tidak ada dalil
sama sekali tentang hal ini bahwa ruh orang yang tidur bisa berjumpa dengan
ruh orang yang sudah meninggal tetapi kata SY
Bin tap k secara tidak ada saya belum
mendapatkannya k beliau tetapi terukilkan dari kalangan ahli Ilmi
maksudnya kalangan ulama bahwa rruhnya orang yang tidur itu
bisa berjumpa dengan ruhruhnya orang yang sudah
meninggal tempo tertentuai apaapa yang menunjukkan kepada peristiwa
ituallah karena ruh itu di sisi
allahuhul mmin jantiuhul kafirab karena ruhnya orang mukmin di surga dan ruhnya
orang kafir sedang diazab lakin Q
arsuhal
badanamalbur tetapi ruh ini terkadang dimasukkan lagi ke dalam jasad hanya untuk menjawab salam
orang yang sedang berziarah kubur jadi kan ruhnya seorang mukmin kan di surga Tuh tapi kalau ada orang yang ziarah
kubur kemudian mengucapkan salam ruh itu akan dikembalikan ke dalam jasad hanya untuk menjawab salam kemudian balik lagi
ke surga gitu maksudnya ada yang seperti itu dalil apa namanya eh penetapannya tapi kalau dalil
Apakah ruh orang yang sedang tidur berjumpa dengan ruh orang yang mati secara dalil tidak tidak diketemukan
tetapi ijtihad para ulama ya ada yang mengatakan bisa saja buktinya banyak
cerita yang seperti itu banyak bercerita orang-orang yang ketemu dengan ibunya
ketemu dalam mimpi ketemu dengan bapaknya di dalam mimpi kan kadang-kadang ada yang bercerita seperti
itu sehingga secara
kenyataan tidak ada itu maksudnya Ya makanya beliau
mengatakanak
tetapi tidak ada hadis-hadis yang sahih sepengetahuan kami kata beliau yang
menunjukkan bahwa ada ruh bisa berjumpa maksudnya ruh orang tidur bisa berjumpa dengan ruh orang yang meninggal
wallahuam Ya tapi kalau kita melihat pendapat Imam IBN qim yang disebutkan
dalam kitab beliau menyebutkan panjang lebar tentang
masalah masalah seperti ini dan beliau di antara ulama yang eh berijtihad
memungkinkan ruhnya orang yang tidur berjumpa dengan ruhnya orang yang sudah
meninggal wallahuam ya Ini ini kalau sesama ruh yang satu di dunia satu di
kubur sekarang yang sama-sama dikubur orang tua kita meninggal kemudian kita meninggal
Apakah roh kita akan berjumpa saling berziarahi satu dengan yang lainnya ada
sebuah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda
Apabila seorang mukmin telah mendekati ajalnya para malaikat Rahmat datang
menemuinya dengan membawa sutra putih mereka berkata keluarkan ruh dengan r
dan Dir Allah menuju rahmat Allah baunya harum dan RAB yang tidak pernah murka
lalu ia keluar dengan bau misik yang paling harum sehingga sebagian mereka berebut dengan sebagian yang lainnya
maksudnya para malaikat untuk mendapatkannya kemudian mereka membawa hingga pintu
langit penduduk langit berkata alangkah harumnya bau yang kalian bawa ini dari
bumi ini rohnya siapa lalu mereka datang dengannya menemui ruh-ruh kaum mukminin mulai di
sini di sini syidnya nih kemudian ruh ini yang baru datang menemui ruh-ruhnya
kaum mukminin yang sudah meninggal sebelumnya Mereka kemudian bergembira
jadi ruh-ruh yang sudah meninggal sebelumnya mereka bergembira dengan kedatangan tamu yang baru
tu kemudian salah seorang ruh yang sudah lama meninggal Mereka pun berjumpa
seolah-olah mereka Lama tidak berjumpa kemudian berum dan mereka merasa senang
lalu mereka bertanya kepada roh yang baru datang ini apa yang telah dilakukan oleh Si Fulan yang masih hidup
itu maka ruh-ruh yang lainnya berkata jangan ganggu dulu Biarkanlah ia karena
dahulu ia terlena dengan kehidupan dunia dan begitu seterusnya artinya di sini
mereka saling berjumpa kan ya dalam hadis ini mereka saling berjumpa hadis
ini memang dikeluarkan imam nasai dan hadis ini disahihkan oleh Syekh nasiruddin alalbani rahimahullahu taala
sehingga yang mensahihkan hadis ini mengatakan bahwa roh itu saling berjumpa
di kuburan tapi ada juga yang melemahkan hadis Ini masalahnya sehingga mereka mengatakan tidak saling
jumpa soal jumpa atau tidak saling jumpa ini perkara gaibl lah kan gitu ya Yang
jelas bahwa ruh-ruhnya orang yang beriman yang
sudah ar biasa kalaupun mereka berjumpa itu
bagian daripada nikmat nikmat kubur kan gitu tapi ini hanya berlaku kepada ruhnya orang yang beriman bagi yang
berpendapat bahwa ruh itu akan berjumpa dengan ruh yang lain maksudnya ruh-ruhnya orang yang beriman rohnya
orang kafir sedang diazab macam mana dia akan jumpa dia aja enggak bisa keluar dari azab mereka sedang diazab dengan azab
kubur mereka sedang di neraka macam mana mau jumpa kan gitu ya dengan keluarganya maksud di sini yang Kalaupun kita
berpendapat bahwa mereka saling menziarahi seperti pendapat Imam qayim rahimahullahu dalam kitabnya R maksudnya
adalah ruh-ruhnya orang yang beriman ruh-ruhnya orang yang
beriman ya sepertianya bayi bayi yang
meninggal kemudian orang tuanya menziarahi
kuburannya Terkadang ada orang tua ituikan ketika anaknya meninggal itu kan
sudahudah kepikiran macam-macam tuh Apalagi kalau hujan macam mana anak saya kehujanan katanya kalau pas panas macam
mana anak Saya kepanasan macam-macam tuh k orang tua itu apa kalau gelap-gelap macam mana
anak saya enggak ada listrik pula di kuburan gitu makanya kadang-kadang ada orang berpikir naruh lilin pula di atas
kubur anaknya itu kan Percuma saja ngapain naruh lilin itu saya pernah lihat Ada lilin lebih parah pula kasih
payung pula di situ itu dan itu rata-rata di kubur anak-anak tuh Ada lilin ada payung ya mungkin karena orang
tu tua kepikiran Macam mana kalau malam gelap taruh lilin Macam mana kalau hujan kehujanan kasih payung supaya enggak
kehujan enggak kepanasan enggak ada guna ya lilin dan payung lu enggak ada guna
di kuburan itu enggak ada hubung kait dengan alam kubur dengan alam dunia Ini sebenarnya yang yang dikhawatirkan itu
kok bukan bayi yang meninggal bayi yang meninggal itu langsung dimasukkan ke surga kan gitu karena di antara
kelompok-kelompok yang akan terhindar Dar fitnah kubur maksudnya tidak ada pertanyaan malaikat mungkar dan Nakir itu salah satunya bayi-bayi yang
meninggal itu mereka tidak akan ditanya walaupun jumhur ulama mengatakan mereka
ditanya tapi pendapat yang kuat wallahuam mereka tidak ditanya kan ada beberapa orang yang tidak akan terkena
fitnah kubur salah satunya para nabi para nabi tidak akan ditanya objek pertanyaannya siapa nabimu Masa nabimu
ditanya lagi siapa nabimu ya saya kan kan enggak mungkin juga kan gitu ya nabi tidak mungkin ditanya karena dia objek
pertanyaan para siddiqin tidak mungkin ditanya para syuhada tidak akan ditanya
ya kemudian orang-orang yang ribat orang-orang yang berada di perbatasan kayak orang-orang Palestina itu kan diribat tuh namanya mereka tidak akan
ditanya kalau meninggal termasuk juga bayi-bayi yang meninggal termasuk orang gila tidak akan ditanya Jadi kalau
umpamanya orang tua sedih akan kematian anaknya dia bodoh harusnya dia memikirkan dirinya sendiri karena si
bayinya sudah selamat masuk surga kan gitu Apakah kalau dia mati dia masuk surga kayak anaknya harusnya dipikirkan
jangan bayinya nya dia yang dipikirkan harusnya gitu maksudnya kalau bayi yang meninggal tuh sudah jelas-jelas dia
masuk surga Bahkan dia akan jadi syafaat bagi orang tuanya bahkan kalau orang tuanya beriman maka bayi itu akan
menunggu di pintu Surga dan dia mengatakan di hadapan Allah ketika Allah mengatakan Masuk kau ke dalam surga kata
bayi ini enggak saya tidak akan masuk surga sampai saya mau orang tua saya saya tarik bajunya masuk juga ke surga
itu hadisnya itu artinya kalau orang tua ini dia bisa bersabar
kemudian juga dan dia bisa mengucapkan Alhamdulillah maka akan dibangunkan satu
istana di surga dan Allah beri nama Baitul Hamdi rumah pujian kalau bisa melakukan tiga perkara saat kematian
buah hatinya sabar mengharap pahala dan dia bisa
bersyukur ucapkan inalillah wa
innaai tiga ucapan kalau dia bisa mengucapkan tiga ucapan ini maka Allah
bangunkan satu istana Baitul Hamdi di surga ya Saya ulang kalaupamanya ada
orang tua meninggal bayinya pertama Ucapan apa Inn lillah wa inna ilaihi
riun ini tanda kesabaran tanda orang sabar dia bisa mengucapkan innalillah wa inna ilaihi
riun Kemudian yang kedua ihtisab mengharap pahala berdoa kepada
Allah
yang ketiga bersyukur Alhamdulillah segala puji dan Puja bagi
Allah per kaum muslimin bagi mayat berdasarkan
surah yang datang sesudah mereka Muhajirin dan Ansar mereka berdoa ya Rabb Kami beri ampunlah kepada kami Dan
kepada saudarasudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami Dan janganlah engkau membiarkan kedengkian
dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Rabb kami Sesungguhnya engkau maha penyantun lagi maha
penyayang ini yang pertama doa dan ini pasti sampai kemudian yang yang
kedua sedekah tadi Sud saya ini yang ati
bersedekah kemudian yang ketiga melunasi hutang si mayat ini
bermanfaat karena di zaman rasul rasul pernah dimintai menyalatkan orang yang punya hutang Rasul tak
mau si mayat itu sudah dimandikan sudah dikafankan dan tinggal disalatkan
setelah tinggal disalatkan salah seorang sahabat kemudian menyampaikan kepada rasul-rasul semua sudah siap silakan
Anda salatkan apa kata Rasul Apakah dia punya hutang Iya dua
dirham dia punya hutang 2 dirham kata Rasul salatkan oleh kalian Saya tidak
akan menyalatkannya kemudian ada seorang sahabat Namanya Abu
kot 2 dirham aku yang bayar salatkan dia kata Rasul yakin kau bayar iya saya
bayar akhirnya Rasul menyatkan soknya ditanya lagi Eh Abu kotada sudah bayar
enggak 2 dirham tuh Rasul baru kemarin dia mati tunggulah katanya hari ketiga
ketemu lagi ya Abu kotadah sudah aku bayar 2 dirham itu sudah wahai Rasul apa kata Rasul Alan baru dat kobru ah
sekarang kuburannya sudah dingin kemarin panas tuh kata lihat jadi hutang itu bawa panas tuh di kuburan Nah sekarang
sudah dingin kuburannya kata Nabi Ya ini yang ketiga melunasi hutang kemudian
yang keempat mengqada puasa kalau si mayat Ini punya punya
punya Nazar berpuasa eh belum
sampai maka walinya mengqada puasakan karena ada hadis mengatakan Man Matata
wa alaihiamu waliuh siapa yang mati dalam kondisi dia sedang melaksanakan puasa
wajib maka yang mempuasakanlah Wali nya umpamanya dia punya anak empat atau lima
dibagi-bagi sajalah umamanya ayahnya bernazar berpuasa sebulan baru meninggal
nazarnya belum dilakukan Ya sudah sebulan tu bagi empat saja Berarti seminggu seminggu seminggu kan anak anak
empat tuh bagi empat ya selesai itulah ya kemudian juga yang
kelima di antara yang bekas-bekas amal
saleh bekas-bekas amal saleh maksudnya bekas-bekas amal saleh
itu mengajarkan ilmu kepada orang umpamanya ibu
ngajari anak surah Alfatihah ya kan akhirnya anak itu bisa dia baca Fatihah
karena ibu yang ngajari ketika ibu meninggal anak ini baca Fatihah
terus pada setiap salatnya berarti ketika anak ini membaca surah Alfatihah
itu sampai itu bekas-bekas kebaikan dia tuh Makanya kalau bisa ini orang tua ini
saya anjurkan ibadah-ibadah wajib dan yang sering dilakukan itu kalau bisa jangan orang lain ngajari ya umpamanya
salat kalau bisa kita ngajari anak tuh ngaji kalau bisa kita yang ngajari ya jangan orang lain suruh
ngajari nanti pahalanya dikasih orang lain Jadinya kan dia salat terus karena orang itu yang ngajari dia dapat pahala
jadi yang wajib-wajib itu kalau bisa orang tua yang ngajari terutama ngajiah minimal surat Alfatihah gitu yang memang
itu dibaca setiap salat kan supaya ngalir terus tuh ya Coba bayangkan pahala guru itu
guru tkanya kan itu dia dapat santri 20 semua yang ngajari Fatihah guru TK
upanya dia pahalanya dan mati tuh kalau seandainya kemudian anak didiknya besar jadi guru punya muurd jadi guru itu
namanya multilevel pahala tuh sampai itu namanya baakiatus salhah namanya ya
bekas-bekas amal saleh itu akan sampai kepada si mayat artinya dalam hadis
itu atau ilmu yang bermanfaat namanya ya itu
baqihah kemudian juga yang bermanfaat adalah
menghajikan ada riwayat seorang anak ingin menghajikan orang tuanya kata Rasul hajikan saja ya
artinya sampai orang yang menghajikan kepada orang yang meninggal Adapun
tentang qiraatul Quran bacaan Quran ini menjadi khilaf panjang ulama nih apa kalau kita baca Fatihah baca Albaqarah
baca apa kepada orang tua itu sampai atau tidak ada yang mengatakan sampai ada yang mengatakan tidak sampai tapi
kalau yang dimaksud yang Saya dengar dari beapa ulama itu bukan menghadiahkan bacaan bukan tetapi menghadiahkan pahala
setelah kita membaca kita baca dulu Qurannya setelah kemudian selesai baca
Quran kita mengatakan Ya Allah kalau tadi bacaan Quran itu engkau kasih aku
pahala aku Kirimlah pahala ini kepada orang yang kucintai orang tua saya itu
namanya tawasul dengan amal saleh tawasul dengan bacaan Quran ya bukan
ee dengan bacaannya karena belum tentu dapat pahala Kan masalahnya apalagi
orang-orang yang manggil orang pamanya nih baca Quran di rumah untuk orang mati pertanyaannya Apakah orang yang anda
panggil membaca Quran itu dia dapat pahala atau tidak bisa saja engak dapat pahala Karena
tujuan orang yang dipanggil itu jangan-jangan hanya ingin dapat duit saja kan saya disuruh ke sana untuk baca
Quran pikiran dia saya digaji di situ orang baca Quran digaji engak dapat pahala kalauak pahala apa yangu
disampaikan makanya kemudian kalaupun harus mengirim bacaan Quran itu maksudnya bertawasul dengan bacaan Quran
dengan dengan amalan baik tadi setelah baca Quran Ya Allah kalau seandainya ini ada pahalanya aku kirimkanlah kan itu
seperti ada seorang ulama namanya eh Rabi IBN kitam Rabi Ibin kitam itu kalau
dari rumah ke masjid itu pandangannya selalu melihat ke bawah Kalau ada paku
ada beling ada jarum ada lidi ada pokoknya kalau ganggu-ganggu orang lah itu maka dia ambil pakunya dia ambil
belingnya kemudian disisihkan ke pinggir jalan kemudian dia mengatakan Ya Allah kalau dengan membuang hal-hal yang
membahayakan orang berjalan ini ada pahalanya maka kukirim kepada orang
tuaku itu namanya tawasul dengan amal saleh tuh nah jadi enggak apa-apa pulang
dari sini tengok jalan terus nampak ada paku turunah ini ini kalau bisa mengganggu
ini orang ini bahaya ini kena paku ini ya Allah kalau ada pahalanya saya kirim kepada orang tua jalan lagi nampak ada
polisi tidur W ini bahaya ini langsung ambil
cangkul itu besoknya lebih tinggi lagi polisi
tidur intinya bahwa boleh seseorang begitu tapi kalau
yang mengirimkan bacaanah itulah yang jadi khilaf ulama Apakah sampai atau tidak ya wallahuam ini pembahasan
panjang masalah ini bagaimana kalau seandainya orang tua kita meninggal
dunia kita ingin berbuat baik berbuat baik kepada orang tua yang sudah meninggal kadang-kadang anak ini
baru menyesal ketika orang tua sudah meninggal kalau orang tua masih hidup tuh kadang-kadang enggak kepikir berbuat
baik ya tapi kalau sudah meninggal barulah kebayang kebaikan orang tua baru
terpikir ingin berbuat baik kan salah harusnya ketika dia hidup kita berbuat baik sudah meninggal baru nyesal dia
tetapi karena orang tua itu adalah sosok yang mulia bagi anak itu tetap Allah
subhanahu wa taala masih memberikan kesempatan yang tidak sempat berbuat baik ketika masa hidupnya ada caranya
berbuat baik setelah kematiannya Seperti apa satu istigfar minta kepada Allah agar orang
tua kita diampuni dalam setiap Salat kita kita minta ampun kepada Allah agar orang tua
kita diampuni yang kedua berdoa kebaikan seperti tadi doa supaya
diampuni dosanya dirahmati ditetapkan jawabannya kemudian juga kalau dia punya
hutang selesaikan Hutang orang tuanya masalah hutang piutang begini ya kalau
orang tua kita punya hutang Apakah Hutang orang tua setelah meninggal itu menjadi kewajiban bagi anak ini khilaf
ulama kalau orang tua itu meninggalkan harta meninggalkan Harta Ya orang tua
itu meninggalkan harta banyak maka wajib anak membayarkan dari harta dia wajib
gak Boleh tidak Tapi kalau orang tua meninggalkan hutang dan dia tidak
meninggalkan harta maka tidak wajib bagi anak membayarkan hutang kecuali hanya
bab tabarru hanya ingin berbuat baik bisa dipaham ya Jadi kalau orang tua
kita ini meninggal bawa harta banyak berarti wajib hutangnya dibayarkan dari
mana dari harta dia harta warisnya sebelum kita ambil hak warisan kita bayarkan dulu
hutangnya tapi kalau orang tua kita miskin Hutangnya banyak Apakah kewajiban
anak yang dia kaya karena hasil dia bukan karena warisan orang tuanya wajib membayarkan tidak wajib Ingat tidak
wajib tetapi membayarkan itu masuknya bab tabarru bab tabarru itu artinya
dalam bentuk berbuat baik kepada orang tua karena saya di
dunia kurang berbuat baik kepada orang tua saya sekarang orang tua saya sudah meninggal meninggalkan hutang gak
apa-apa pakai uang saya tapi kalaupun tidak dibayar dari harta kita tidak ada masalah karena bukan
kewajiban karena kewajiban itu diambil dari harta waris ya ini harus dipahami
kemudian juga yang keempat qadaun nzar kalau memang orang tua punya Nazar laksanakan itu Birul walidin namanya
atau qadaul kafarah kalau orang tua kita punya kafarah termasuk
juga bersilaturahim dengan orang-orang yang baik dengan orang tua kita orang tua kita punya teman di mana dia baik
dengan temannya ketika orang tua meninggal baikilah teman orang tua kita semasa hidup Ya maksudnya sambung
silaturahim dengan dia termasuk kalau orang tua kita suka ngasih-ngasih ya sama temannya kita
kebiasaan orang tua yang baik kita lakukan juga ngasihasih ya supaya kebaikan orang tua tidak tidak hilang
kita teruskanah itu bentuk Birul Walidain juga ya menghormati teman orang
tua gitu maksudnya termasuk juga berbuat baik kepada orang tua adalah ingat kebaikannya oh betul juga kata orang tua
kenapa dulu orang tua saya keras dengan saya rupanya ini ha ingat dia akhirnya kan dengan kebaikan orang tuaah dengan
itu akhirnya hilanglah dendam-dendam anak kepada orang tua kalau ingat
kebaikannya hilang tuh dendam itu ya karena ada anak yang enggak tahu itu sampai mati orang tuanya masih dendam
enggak mau ziarah kubur tuh ya engak apaapa sih ziarah kubur Waktu hidup aja malas saya nengok muka dia Nah itu itu
ada durhaka itu ya Jadi ini di antara ee pembahasan yang bisa kita bahas ya
wallahuam tiib sampai di sini kalau ada yang bertanya
Silakan
Tak ada? Alhamdulillah, subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla illah ha illa anta, astaghfirka wa atubu ilaik
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."